REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Garuda Indonesia akan mengoperasikan 11
pesawat untuk angkutan haji tahun ini. Direktur Utama PT Garuda
Indonesia, M. Arif Wibowo mengatakan pesawat yang akan dioperasikan
yakni empat pesawat jenis B777-300 ER dengan kapasitas 393 seat, dua
pesawat B-747 dengan kapasitas 455 seat dan lima pesawat A330-360 dengan
kapasitas 360 seat.
"Ini milik Garuda Indonesia sendiri. Rata-rata pesawat sangat baru," ujar Arif, usai penandatangan kerjasama pengkutan jamaah haji Indonesia dengan Kementerian Agama (Kemenag), di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (24/5).
Arif menjelaskan, Garuda Indonesia akan menerbangkan 79.020 jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam 205 kloter dari delapan embarkasi. Arif memerinci yaitu 3.180 jamaah haji dari embarkasi Banda Aceh, 6.673 embarkasi Medan dan 4.946 embarkasi Padang.
Selanjutnya, 17.758 dari embarkasi Jakarta, 26.561 embarkasi Solo, dan 4.284 dari embarkasi Balikpapan. Kemudian, embarkasi Makassar 11.972 jamaah dan 3.646 dari embarkasi Lombok.
Disamping itu, Arif melanjutkan, pihaknya juga telah menyiapkan pesawat back up. Hal tersebut apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti delay. Namun, Arif mengharapkan hal tersebut terjadi. Sehingga pengangkutan jamaah haji berjalan lancar. Garuda Indonesia menyiapkan 442 awak kabin dengan 40 persen berasal dari asal daerah embarkasi. Dengan begitu, kendala komunimasi dapat teratasi.
"Ini milik Garuda Indonesia sendiri. Rata-rata pesawat sangat baru," ujar Arif, usai penandatangan kerjasama pengkutan jamaah haji Indonesia dengan Kementerian Agama (Kemenag), di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (24/5).
Arif menjelaskan, Garuda Indonesia akan menerbangkan 79.020 jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam 205 kloter dari delapan embarkasi. Arif memerinci yaitu 3.180 jamaah haji dari embarkasi Banda Aceh, 6.673 embarkasi Medan dan 4.946 embarkasi Padang.
Selanjutnya, 17.758 dari embarkasi Jakarta, 26.561 embarkasi Solo, dan 4.284 dari embarkasi Balikpapan. Kemudian, embarkasi Makassar 11.972 jamaah dan 3.646 dari embarkasi Lombok.
Disamping itu, Arif melanjutkan, pihaknya juga telah menyiapkan pesawat back up. Hal tersebut apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti delay. Namun, Arif mengharapkan hal tersebut terjadi. Sehingga pengangkutan jamaah haji berjalan lancar. Garuda Indonesia menyiapkan 442 awak kabin dengan 40 persen berasal dari asal daerah embarkasi. Dengan begitu, kendala komunimasi dapat teratasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar