YOGYAKARTA – Puluhan orang dirugikan salah satu biro
travel umrah. Mereka dijanjikan berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada
Desember 2015, tetapi hingga bulan Maret 2016 ini belum diberangkatkan.
Para jemaah meminta uang mulai dari Rp22 juta hingga Rp24 untuk
dikembalikan. Jika tidak, mereka akan memproses hukum pihak biro travel
tersebut.
“Kami berharap diselesaikan baik-baik. Jika tidak diberangkatkan, ya
uang dikembalikan,” kata salah satu korban yang tak ingin ditulis
namanya, Selasa 22 Maret 2016.
Menurutnya, ada sekira 60 jemaah. Mereka sudah melakukan mediasi
dengan pihak travel, sebagian ada yang mengadu ke polisi. Namun, laporan
dicabut karena ada penyelesaian kekeluargaan.
“Sebenarnya tidak nyaman saja kalau kita diberangkatkan ke tanah suci (Mekkah). Ini travel sudah tidak tepat janji,” ujarnya.
Pihak travel dari Jannatul Jannah menepis tudingan menipu jemaah
umrah. Namun, mereka beralasan karena ada kesalahan teknis sehingga ada
penundaan pemberangkatan.
“Memang ada kesalahan saat akan berangkat pada 28 Desember 2015,” kata manager biro rravel umroh/haji tersebut, Hudatullah.
Saat itu, ia mengungkapkan, traffic-nya sangat tinggi. Begitu juga
dengan visa belum sepenuhnua beres sehingga menjadi masalah. “Tiket
sudah di tangan, tetapi hangus,” urainya.
Pihaknya juga akan mengembalikan uang penuh kepada jemaah jika ingin
membatalkan perjalanan umrah. Dia mengaku tidak ada potongan premi uang
yang diserahkan kepada pihak travel.
“Tidak ada niat kami menipu. Memang kesalahan teknis sehingga ada penundaan pemberangkatan,” katanya.
Pihaknya pun sudah melakukan mediasi dengan jamaah. Rencananya, bulan April 2016 jemaah akan segera diterbangkan ke Mekkah.
“Bulan April nanti kita berangkatkan jemaah, masalah ini sudah selesai, kemarin kita sudah mediasi,” ujarnya.
Sumber: www.news.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar